Loyang Pizza Mini Cetakan Bahan Stainless

Loyang pizza mini adalah salah satu cetakan yan digunakan salah satunya untuk membuat pizza namun dengan ukuran lebih kecil atau bisa dibilang mini. Mini berarti memiliki diameter yang kecil, ya benar sekali karena bisa dibilang diameternya kecil dan bervariasi mulai dari 8cm bahkan ada yang 6cm. Cetakan ini merupakan karya dan inovasi dari kreatifitas masyarakat yang mulai melihat bahwa ada peluang dari bisnis lain salah satunya bisnis kuliner.

Loyang Pizza Mini Cetakan Bahan Stainless

Kenapa bisa dibilang bisnis kuliner, karena cetakan ini digunakan untuk membuat olahan makanan dan karena itulah bisa dibilang masuk dalam segmen pendukung bisnis kuliner. Loyang pizza ini tidak bisa dipisahkan ketika akan membuat pizza, mungkin bisa dibilang ini adalah cetakan terpraktis dari pada harus mencetaknya sendiri secara manual, jika menggunakan cara manual maka akan membutuhkan waktu yang lebih laman dan belum tentu pas baik dari ukuran dan ketebalan yang diinginkan.

Bahan yang digunakan untuk membuat cetakan Loyang pizza mini ini berperan penting dalam proses pematangan adonan, oleh karena itu alangkah baiknya untuk mengecek terlebih dahulu bahan dasar dari Loyang tersebut. Loyang berkualitas biasanya terbuat dari baja yang merupakan penghantar panas yang sempurna dan juga dilengkapi lapisan anti lengket agar kematangan roti tetap terjaga. Jika Loyang dibuat dengan permukaan yang tipis maka akan mudah sekali menghanguskan adonan yang ada di dalamnya. Maka dari itu Chandra Ekajaya juga dalam menggunakan Loyang untuk bisnis pizza nya tidak mau sembarangan dan menggunakan Loyang dengan kualitas terbaik agar hasil adonan maksimal. Inilah yang sampai saat ini terus diyakini oleh Chandra Ekajaya dalam pemilihan cetakan loyang dalam bahan pembuatan pizza.

Loyang Pizza Mini Cetakan Bahan Stainless

Untuk pemilihan Loyang pizza mini disarankan yang memiliki bahan dasar stainless, hal ini dikarenakan terkadang Loyang pada umumnya kendala yang paling sering muncul adalah mudah penyok, pecah dan bahkan lengket dengan adonan ketika akan di panggan di oven. Produk Loyang yang sudah ada  dipasaran diklaim telah menggunakan bahan dasar alminess atau Teflon salah satu bahan yang diklaim bisa membuat Loyang awet dan aman bagi manusia, namun pada kenyataanya hal tersebut masih sangat jarang ditemui dan untuk segmen ini mungkin harga akan menentukan kualitas Loyang tersebut.

Iklan

Chandra Ekajaya Senin Di Toko You and Me Fashion

Pengusaha yang satu ini memang bisa dikatakan bisa menjadi salah satu pengusaha teladan dan patut di contoh bagi para pengusaha lainya. Kenapa tidak, Chandra Ekajaya merupakan salah satu pengusaha yang selalu memulai hari senin dengan selalu berkunjung ke toko untuk memantau bisnis yang dijalani, salah satunya adalah bisnis You and Me Fashion.

Chandra Ekajaya Senin Di Toko You and Me Fashion

You and Me Fashion menjadi salah satu bisnis yang mengangkat Chandra Ekajaya menjadi salah satu pengusaha sukses di Indonesia. Bisnis nya ini benar-benar dimulai dengan kerja keras dan terbukti dari kerja keras dirinya sukses mengembangkan bisnisnya ini. Semenjak menapakai jalan kesuksesan dalam bidang fashion melalui bendera You and Me Fashion, dirinya memiliki keunikan dalam melakukan kegiatan bisnisnya ini. Setiap hari senin dirinya selalu mengajak para karyawan untuk makan pagi bersama sebelum memulai kegiatan usaha setiap seninya.

Hal yang unik bukan jika bisa dibilang, kegiatan di hari senin ini bertujuan untuk semakin mempererat tali silaturahmi para keryawan dan juga dirinya sebagai pemilik You and Me Fashion. Dengan semakin mempererat tali persaudaraan, Chandra Ekajaya yakin bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan pasti akan membuahkan semangat yang berbeda karena dilandasi dengan rasa gembira dan tanpa tekanan. Hal ini memang sejalan dengan apa yang menjadi pola pikir oleh Chandra Ekajaya yaitu menjalani bisnis yang bukan hanya menguntungkan bagi dirinya saja melainkan bagi orang lain.

Chandra Ekajaya Senin Di Toko You and Me Fashion

Menurut Chandra Ekajaya karyawan pun tidak keberatan dengan kegiatan ini, seluruh karyawan menyambut dengan gembira dan sangat antusias dalam melakukan rutinitas setiap senin ini. Bahkan beberapa karyawan menganggap bahwa kegiatan ini semakin membuat para karyawan betah dan menganggap bahwa kerjaan atau kantor dan toko adalah bagian dari rumah atau keluarga kedua setelah rumah dan keluarga yang sebenarnya. Kegiatan ini akan selalu dilakukan dan berlangsung setiap senin dan rutin dilakukan, bahkan jika Chandra Ekajaya sedang pergi dan tidak bisa hadir, para karyawan juga akan melakukan hal ini sebagai bukti bahwa kegiatan ini bisa membuat dampak yang baik bagi kegiatan usaha You and Me Fashion.

Keripik Lebay Heboh Untung Bikin Lebay

Keripik lebay, menjadi salah satu camilan unik yang muncul di tengah semakin maraknya makanan camilan dipasaran. Rini Sumarsih menjadi aktor dibalik kesuksesan Keripik Lebay, wanita yang berasal dari Desa Mayak, Cibeber, Cianjur Jawa Barat ini sukses mengembangkan camilan keripik lebay sampai mencapai puncak kesuksesan seperti sekarang.

Keripik Lebay Heboh Untung Bikin Lebay

Berawal dari kesulitan ekonomi yang dihadapai oleh dirinya, Rini Sumarsih memberanikan diri untuk membuka  bisnis dengan memaksimalkan talas sebagai salah satu camilan enak dan lezat. Idenya muncul ketika dirinya sedang memakan keripik talas buatan brand ternama di Indonesia. Kemudian terbersit dalam benaknya untuk membuat camilan yang sama dengan rasa yang sama enaknya namun dengan harga jual yang lebih murah pastinya.

Awal memulai bisnis keripik lebay memang penuh dengan tantangan, awal memulai bsinsi tersebut Rini harus terus mencoba bereksprimen membuat keripik talas yang enak. Berbagai percobaan sudah dirinya lakukan untuk menjadikan keripik talas enak dan diminati oleh konsumen. Ketika mendapatkan komposisi yang pas dalam mengolah keripik talas, dirinya kemudian memberikan secara cuma-Cuma produk talasnya tersebut kepada tetangga, ternyata responya sangat bagus dan diminati oleh tetangga.

Setelah menemukan olahan yang pas kemudian Rini dan suami memberanikan diri untuk menjual produknya di sekitar rumah dan di titipkan di warung dan toko. ni menitipkan dagangannya di warung yang hanya berjumlah 6 gerai. Produknya ternyata cukup disambut positif masyarakat Cibeber.

Keripik Lebay Heboh Untung Bikin Lebay

Ketika akan mengembangkan bisnis, dirinya bahkan mendapatkan durian runtuh karena mendapatkan bantuan pada tahun 2014 dari mahasiswa Prastiya Mulia Bussines School untuk mengembangkan bisnis miliknya agar semakin dikenal oleh masyarakat. Bantuan ini pun disambut baik dan dari bantuan itu sangat terasa dirasakan oleh dirinya sehingga mampu mengembangkan bisnis miliknya.

Saat ini, produk Keripik Lebay memiiliki rasa berbeda-beda: balado, keju dan original. Juga pangsa pasarnya yang mencapai 135 toko dengan asumsi pendapatan kotor berkisar antara Rp 300 ribu -1 juta rupiah per minggu, jika diakumulasikan perbulan bisa mendapatkan keuntungan hingga Rp 5 juta perbulan. Keuntungan yang sangat menggiurkan dan menjanjikan untuk bisnis dengan memaksimalkan potensi makanan tradisional.

Chandra Ekajaya Pengusaha Es Durian Nyot Nyot

Pria kelahiran Malang Jawa Timur ini punya bisnis dengan omzet bisnis bisa puluhan juta rupiah dalam satu bulan saja, pria tersebut adalah Chandra Ekajaya. Pria lulusan terbaik sebuah SMA swasta di Malang  tersebut menekuni bisnis kuliner dari buah Durian. Buah durian dirasa memilik daya pikat sendiri dipasaran kuliner Indonesia.

Pengusaha Chandra Ekajaya

Buah durian memang sebagian orang tidak suka dengan buah ini, aroma dan rasanya dianggap aneh oleh sebagian orang di Indonesia. Namun sebagian besar menjadikan buah durian sebagai buah lezat dan enak untuk disantap termasuk oleh pengusaha Chandra Ekajaya. Potensi buah durian di Indonesia sendiri bisa dikatakan sangat melimpah dan hampir setiap provinsi memiliki daerah penghasil durian. Buah durian di Indonesia sangat beragam dan terkenal dengan cirri khas sendiri-sendiri di setiap daerah contohnya ada Durian Medan, montong petruk dan masih banyak lainya. Melimpahnya jumlah buah durian di Indonesia ternyata masih belum bisa dimanfaatkan oleh kebanykan orang untuk menghasilkan peluang bisnis yang menggiurakan. Kebanyakan masih hanya menjual durian biasa tanpa diolah menjadi sebuah produk olahan makanan. Inilah yang coba dimanfaatkan oleh pengusaha Chandra Ekajaya dengan memanfaatkan buah durian menjadi Es Durian dengan nama brand “Durian Nyot Nyot”.

Brand Durian Nyot Nyot didapat ketika dirinya sedang bersama anaknya, kemudian sang anak sedang meminum air dengan dot kecil dan memunculkan bunyi nyot nyot. Dari situlah nama brand tersebut muncul dan kemudian menjadikan nama tersebut menjadi nama brand Es Durian Nyot Nyot. Pada awal akan membuat dan memulai bisnis Es Durian, dirinya terlebih dahulu berkeliling Indonesia untuk mencicipi berbagai macam jenis durian yang ada di Indonesia. Hal ini dilakukan agar dirinya mengetahui jenis durian mana yang paling enak dan cocok dibuat sebagai olahan Es durian. Akhirnya dirinya menemukan durian medan lah yang cocok sebagai bahan membuat es durian miliknya. Pemilihan durian medan tidak begitu saja dilakukan, banyak pertimbangan dan percobaan, durian medan dipilih karena memiliki terkstur yang tidak terlalu lembek dan memiliki rasa manis bercampur dengan pahit namun sangat enak dan lezat jika diolah menjadi es durian dan dikombinasikan dengan varian lain. Durian yang digunakan adalah durian medan yang merupakan durian lokal yang memiliki kadar alkoholnya lebih rendah. Perbulannya dari bahan baku durian bisa menghabiskan 30.000 butir durian.

Setelah menemukan durian yang cocok sebagai bahan baku es miliknya, Chandra Ekajaya kemudian bersama beberapa temanya yang kebetulan merupakan sebuah Chef di hotel di Bali mencoba membuat olahan es durian berbagai varian namun jangan sampai menghilangkan rasa dan cita rasa buah durian tersebut. Didapatkanlah berbagai produk, dari es duren putih, es duren cokelat, juice duren putih, dan juice duren coklat. Inovasi ini coba dilakukan oleh dirinya untuk memberikan pilihan sajian produk es durian yang beda dari lainya. Es Durian yang begitu-begitu saja pastinya akan lama kelamaan membosankan dan ditinggalkan oleh penikmat durian. Hal yang sangat mengejutkan dan diluar ekpspektasi dirinya adalah dalam sudah bisa membuka 14 gerai dalam satu tahun saja. Dimana 6 gerai miliknya sedangkan 8 adalah milik kemitraan. Jumlah gerainya pun dari tahun demi tahun selalu mengalami peningkatan, tercata semenjak pertengahn tahun 2011  sampai akhir 2012, sudah ada lebih dari 50 gerai berhasil didirikan oleh Nyot Nyot Durian dan itu masih akan mengalami peningkatan jumlah gerai kedepanya. Bukan tidak mungkin pada tahun depan bisa menembus hingga ratusan gerai yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Pengusaha Es Durian Chandra Ekajaya

Tak disangka ternyata perkembangan yang begitu pesat tak lepas dari pemasaran yang dilakukan oleh dirinya. Memanfaatkan berbagai media baik offline atau online menjadi salah satu ujung tombak pemaran produk, melalui media sosial seperti instagram, facebookk dan twitter. Dirinya juga rajin menjalani kerja sama dengan beberapa penerbit dan majalah/ tabloid waralaba nasional serta ikut acara festival kuliner nasional di beberapa darah di Indonesia. Ia menjelaskan dari semua mitranya yang tersebar di seluruh Indonesia. Ia mencatat bahwa gerai Tarakan, Kalimantan Timur dan Karawang, Jawa Barat, menjadi gerai pemegang rekor balik modal. Hanya dalam kurun waktu 1,5 tahun saja sudah balik modal. Ternyata salah satu faktor lain menyebabkan berkembang pesatnya bisnis es durian ini ternyata terletak dari sedikitnya pengusaha yang bermain.  Masih sedikitnya orang yang meilirik bisnis ini menjadikan pasar persaingan masih terbuka lebar. Terlebih didukung dengan bahan baku yang mudah di dapatkan menjadi salah satu keuntungan yang di dapat dari bisnis es durian ini. Namun ketika memilih bahan baku tidak boleh sembarangan, karena bahan baku mempengaruhi kualitas produk Es Durian yang dibuat.

Harga yang dibanderol dari es durian sangat bervariasi dan berbeda dari setiap jenis dan ukuran yang diminta. Harga jumbo bisa dijual dari Rp.10.000 hingga Rp.18.000 per- cup. Harga yang terbilang terjangkau dan murah dikantong. Penikmatnya pun saat ini sangat beragam mulai dari anak kecil bahkan hingga orang dewasa menggemari Es Durian Nyot Nyot milik Chandra Ekajaya. Berbagai gerai yang sudah tersebar di seluruh wilayah Indonesia membuat produk es durian milknya sekarang menjadi salah satu produk Es Durian trend setter di Indonesia.

Kedepanya hal yang sangat ingin dilakukan oleh pengusaha ini adalah membuat bisnis Es Durian Nyot Nyot bisa dipasarkan di mancanegara. Keinginan ini bukanlah sebuah hal yang mustahil, saat ini saja sudah banyak olahan makanan dari Indonesia yang mampu menembus pasar global dan beberapa mampu dijual di negara-negara eropa seperti Jerman dan Amerika. Eskpektasi kedepanya Es Durian miliknya akan bekerjasama dengan beberapa perusahaan dan food Court di Malaysia dan Singapura. Kerjasama ini akan menambah pemaran dari es durian nyot nyot miliknya, namun yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi dirinya adalah menjamin bahwa produknya memiliki kualitas yang baik dan sehingga mampu bersaing dengan produk produk lainya dari berbagai negara di pasar global.

Jika hal ini terwujud, maka Es Durian milik pengusaha Chandra Ekajaya ini akan menjadi yang pertama olahan es durian yang mampu menembus pasaran internasional. Menurut data yang sudah dimilikinya, untuk segmen pasar Es Durian sendiri masih sangat langka di pasaran global. Dari data, ada beberapa produk Es Durian dari negara seperti Thailand dan Vietnam yang sudah mendominasi pasaran olahan durian. Namun pada kenyataanya olahan tersebut masih sekedar olahan biasa tanpa dikombinasikan dengan olahan lain. Inilah peluang yang coba dimanfaatkan oleh dirinya, peluang sekecil apapun jika itu masih ada kemungkinan untuk mendulang keuntungan harus bisa dimanfaatkan. Prinsip tersebut adalah prisnisp yang selalu dipegang oleh pengusaha Chandra Ekajaya untuk mengembangkan bisnisnya entah bisnis kuliner, fashion, migas dan property.