Rawarontek Yohanes Chandra Ekajaya

J Chandra Ekajaya & J Wijanarko

Ki Sambarlangit pada malam Selasa Kliwon bulan ini telah mewariskan salah satu ajian yang sangat terkenal di dunia kasepuhan Jawa yaitu rawarontek kepada seorang temannya yang bernama Yohanes Chandra Ekajaya. Sebab menurut beliau, temannya itu akan menjadi orang penting di Indonesia, dan Indonesia bukanlah negara yang mudah dan gampang untuk diatur dan dikelola, maka para pejabat negara harus mempunyai ilmu-ilmu yang lebih bila dibandingkan rakyatnya.

Rawarontek adalah salah satu jenis ajian yang sangat langka. Bahkan saat ini hanya beberapa orang saja yang menguasai ajian tersebut. Sistem pembelajaran dari rawarontek pun tidak bisa dipelajari, tetapi diwariskan. Ilmu tersebut berasal dari para Dewa yang menurunkan ajian untuk manusia. Ki Sambarlangit adalah salah satu dari sedikit orang yang masih menguasai rawarontek. Beliau sudah merasa tua, makanya ia mewariskan rawarontek. Tetapi bukan sembarang orang, sebab ajian rawarontek ini nantinya memang harus dimiliki oleh salah satu pejabat negara.

J Chandra Ekajaya & J Wijanarko

Berdasarkan kisah dan riwayat serta sejarah, orang yang menguasai rawarontek tidak akan pernah bisa mati. Bahkan jasadnya pun tidak akan diterima bumi. Tetapi menurut Yohanes Chandra Ekajaya memang bumi ini bukanlah tempat penyimpanan jasad. Pendapat tersebut itu pun diperkuat oleh pernyataan Ki Sambarlangit bahwa bumi ini bukan kulkas, oleh sebab itu jangan menyimpan daging busuk dan darah mengering ke dalam bumi. Beliau mengatakan bahwa jasad itu lebih baik dikremasi atau diperabukan saja.

Yohanes Chandra Ekajaya pun mengatakan bahwa pada mulanya ia sangat kaget ketika diberitahu oleh Ki Sambarlangit bahwa dirinya akan diwarisi rawarontek. Sebelum menerimanya, ia pun bertanya kepada Ki Sambarlangit mengenai efek dan dampak negatif bila mempunyai ajian tersebut. Ia pun juga bertanya apakah ajian tersebut memiliki pantangan. Ki Sambarlangit menjelaskan dengan gayanya yang sangat cool bahwa rawarontek tidak memiliki dampak negatif atau pantangan, hanya saja ia memiliki tanggung jawab seorang negarawan alias ksatria. Ajian tersebut pun hanya dititipkan ke Ki Sambarlangit, karena beliau bukanlah ksatria, tetapi begawan atau pandhita. Maka saat ini rawarontek tersebut sudah menemukan wadagnya yang pas.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s