MALENA :Syair Romantis Yohanes Eka Chandra

Setelah menerbitkan karya terbarunya yang berjudul Cinta dan Secangkir Kopi untuk Malena, Yohanes Eka Chandra semakin memiliki pembaca yang cukup banyak. Berbagai syair romantis dari Yohannes Eka Chandra banyak memuat kisah-kisah yang merupakan hasil interpretasi dari perenungannya setelah menonton beberapa film yang dibintangi oleh aktris Hollywood. Beberapa film-filmnya seperti Malena, Irreversible, The Apartment, menjadi beberapa tawaran film yang ia jadikan sebagai bahan interpretasinya dalam membuat puisi. Syair romantis dari Yohanes Eka Chandra tersebut lahir dari ketekunan dan ketelatenannya dalam menyimak film dari aktris Hollywood, Monica Bellucci tersebut.

 

Dalam acara launching yang digelar di salah satu kafe di Jawa Timur, Yohannes Eka Chandra memberikan pernyataan bahwa puisi-puisi tersebut diilhami karena kekagumannya pada kecantikan dan kekuatan peran yang dilakukan oleh Monica Bellucci dalam setiap tokoh dalam film yang ia perankan. Penyair kelahiran Flores yang lahirnya bertepatan pada tanggal kemerdekaan Indonesia yaitu tanggal 17 Agustus tahun 1986 ini merupakan lulusan dari salah satu universitas ternama di Mesir.

 

Beberapa kumpulan puisi telah berhasil ia telurkan selama kurang lebih delapan tahun, Yohanes Eka Chandra menekuni dunia perpuisian ini. Yohanes Eka Chandra juga telah menelurkan beberapa kumpulan puisi seperti Hujan di Tepi Sungai Nil, dan yang baru-baru ini puisi bertemakan cinta telah berhasil ia luncurkan dengan judul Cinta dan Secangkir Kopi untuk Monica.

 

Salah satu peserta dalam launching buku kumpulan puisi tersebut, mengungkapkan bahwa selama ini saya belum menemukan puisi yang menarik. Dan hari ini saya telah menemukan bahwa Yohanes Eka Chandra merupakan anomali di tengah mandeknya perpuisian modern Indonesia hari ini, ungkap Gilda mahasiswa filsafat di salah satu kampus ternama di Jakarta.

Beberapa peserta yang hadir dalam diskusi dan launching buku kumpulan puisi berjudul Cinta dan Secangkir Kopi untuk Monica karya Yohanes Eka Chandra ini banyak menilai bahwa kumpulan puisi tersebut membawa angin segar dalam dunia kesusasteraan Indonesia, khususnya dalam khazanah perpuisian Indonesia.

Yohanes Eka Chandra sebagai penyair juga menambahkan bahwa ia merasa senang karya-karyanya dapat diapresiasi oleh para pembaca sastra hari ini. “Mendapatkan respon pembaca demikian, saya pribadi tidak berpuas diri terhadap karya-karya saya hari ini. Meski hanya dicetak secara terbatas, ini merupakan langkah kepenyairan saya untuk melaju dan harus lebih produktif dalam menciptakan karya sebagai wujud kesetiaan saya berkarir di dunia perpuisian.” ungkapnya di sela-sela launching buku kumpulan puisi Cinta dan Secangkir Kopi karya Yohanes Eka Chandra.

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s